KESAKSIAN HAMBA TUHAN, PESERTA WORKSHOP TRUE LOVE WAITS INDONESIA DI MANADO. Manado, 6-7 Agustus 2014

Dr. Meike Imbar, M.Pd ( Dosen UNIMA, GMIM Kristus)

Puji Tuhan saya bisa mengikuti workshop TLW Indonesia. Pengalaman saya sebagai doesen di Perguruan Tinggi yang menyaksikan kehidupan para mahasiswa yang sebagian besar datang dari luar daerah dan tinggal di tempat-tempat kost. Umumnya mereka menjalani kehidupan pergaulan yang bebas sehingga sering ditemukan mahasiswa yang terpaksa putus kuliah atau tertunda kuliahnya hanya karena telah salah dalam pergaulan. Biasanya kami sebagai dosen menganggap hal ini sebagai sesuatu yang lumrah sehingga kami hanya sekedar memarahi mereka ataupun meminta mereka pulang dulu ke kampung halamannya. Namun dengan adanya workshop TLW ini maka saya dapat mempelajari berbagai cara untuk mengarahkan para mahasiswa Kristen khususnya untuk hidup kudus dalam menjalani masa mudanya. Materi TLW memberikan inspirasi bagi saya untuk mengimplementasikan kepada para mahasiswa dengan pendekatan integral dan bukan lagi dengan merasa lumrah, marah atau hal lainnya.

Pdt. Bertha Datumbanua, S.Th, M.Si (GMIM Eben Haezar Suwaan) 

Sungguh luar biasa berkat Tuhan yang saya rasakan karena telah mempertemukan saya dengan TLW melalui workshopnya. Inilah jawaban doa saya selama bertahun-tahun. Dengan mengikuti kegiatan ini maka saya semakin diperlengkapi untuk membimbing dan mengarahkan anak-anak saya, anak-anak asuh dan orang-orang muda, baik dalam jemaat yang saya layani maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Priscilia Indriani Bolusu (Pembina Anak dan Remaja GMIM Eben Haezar Suwaan) 

Puji Tuhan, saya merasa sangat diberkati dengan workshop TLW ini karena sangat menambah wawasan dan membuka cara berpikir kita tentang bagaimana menghadapi kehidupan anak muda saat ini. Banyak hal selama ini terabaikan, ternyata sangat berarti. Contohnya, melihat media yang semakin berkembang dan bisa berdampak tidak baik bagi pergaulan remaja atau anak muda.Jika media tidak dipergunakan dengan benar maka dampaknya akan buruk bagi dirinya maupun bagi orang lain. Banyak cara bertindak dan berkata-kata untuk merangkul kehidupan remaja dan ternyata saya mendapatkannya dari waorkshop ini. Terima kasih TLW, Tuhan Yesus selalu memberkati pelayanan Tim TLW. God Bless you.

Sandy Mamuaya (GMIM Solafide Kali)

Workshop TLW ini membuat saya merasa diperlengkapi lagi untuk melayani generasi muda bukan hanya sekedar kata-kata, tetapi lebih melayani dengan perbuatan, lebih kreatif sehingga terkesan tidak menggurui mereka. Melayani sesuai dengan kebutuhan remaja, melalui proses yang perlahan, tetapi pasti dapat mengena dan mengubahkan hidup anak remaja.

Pdt. Tirza Aprioritha, MA (Gereja KIBAID Makasar- Sulsel) 

Workshop TLW memperkaya diri saya untuk melayani remaja. Saya tahu sejak dulu bahwa remaja harus hidup kudus, tetapi persoalannya adalah bagaimana mengajarkannya dengan tepat dan sesuai dengan dunia remaja maupun kesukaan remaja. Namun saya telah menemukan jawabannya dalam workshop TLW. Sukses buat TLW, dipakai Tuhan lagi bagi bangsa Indonesia.

Dr. Wulan Pangkey (GMIM Galilea)        

Workshop TLW sangat memberkati saya, mata, pikiran dan hati saya semakin dibukakan untuk melihat sekeliling saya yang butuh untuk dilayani. Saya semakin mencintai anak-anak saya dengan menjadikan mereka bagian yang sangat berharga dalam kehidupan saya.

Zullinda Ramin (GMIM Eben Haezar Kombos)

Ada hal-hal yang lumrah yang saya baru ketahui dari workshop TLW ini. Saya lebih mengerti, memahami, menemuklan pengalaman dan ilustrasi baru yang dapat ditanamkan dalam diri saya dan juga bagi anak remaja. Kehadiran kami dalam workshop ini tidak sia-sia karena kami bisa membawa pulang banyak hal untuk diajarkan kepada remaja agar mereka mengerti arti cinta menurut pandangan Tuhan dan pandangan dunia.

Pdt. Hanny Montolalu (GMIM Syalom Celema)  

Saya sangat diberkati dengan workshop TLW, secara khusus 5 bahasa kasih. Materi ini pertama-tama telah berbicara kepada saya sebagai suami terhadap isteri yang membuat saya sadar seperti orang buta yang dicelikkan, kilik, begitu kata Ibu Daisy. Hal ini sebagai amunisi yang dahsyat dalam pelayanan saya kepada remaja, keluarga, pasutri dan bagi katekisan pra nikah di gereja. Terima kasih TLW Indonesia.

Valentine F.W Lasut (GMIM Solafide Kali) 

Saya sangat berterima kasih kepada True Love Waits Indonesia karena telah memberikan materi yang sangat berarti buat saya. Sejak dari dulu saya merindukan dan ingin memiliki pengetahuan seperti ini. Setelah mengikuti kegiatan ini maka saya bisa membantu memberikan hal-hal baik atau pengajaran kepada adik-adik remaja yang memerlukan arahan untuk bertumbuh menjadi remaja yang dapat diteladani karena jauh dari dosa. Apa yang saya dapatkan ini akan saya aplikasikan kepada teman, sahabat, saudara bahkan kepada mereka yang sangat memerlukan pengetahuan ini. Tuhan Yesus memberkati.

Raflen A. Gerungan (GPdI Rerer)                             

Workshop TLW ini membuka pola pikir saya tentang metode untuk menjangkau atau menerapkannya bagi anak-anak muda dan remaja di lingkungan saya. Saya sebagai pembina rohani remaja, pemuda, merasa gusar dalam hati karena selalu ada remaja atau pemuda yang halim di luar nikah. Apa yang saya dapatkan dari TLW ini menjadi jawaban doa saya untuk melayani Tuhan. Bantu saya dalam doa agar saya dapat mengajarkan materi ini bagi mereka sehingga mereka dapat berkomitmen hidup kudus di dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Serdy Makigawe, S.Th (GMIM Petra Sawangan) 

Materi dan metode TLW itu luar biasa karena memperlengkapi kami agar lebih baik lagi dalam melihat dan melayani remaja. Kami disegarkan kembali untuk lebih giat lagi melayani mereka. Bahkan saya secara pribadi diingatkan kembali dengan satu bagian Firman Tuhan yang sangat kuat sekali telah disampaikan kepada saya pada waktu dulu di mana selama ini sepertinya saya melupakan. Firman Tuhan ini ditekankan kembali oleh TLW, yaitu “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6). Kegiatan ini membuat saya mau komitmen saya diperbaharui kembali dan saya mau setia melaksanakan Firman tersebut. Terima kasih buat Tim TLW. Tuhan Yesus berkati.

Yeane Tangkilisan (GMIM Imanuel Tateli) 

Saya sangat bersyukur memuji nama Tuhan Yesus karena dengan kemurahanNya maka saya diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran TLW. Jikalau materi TLW ini ada sejak tahun 2007 maka anak saya yang remaja (RSW) tidak celaka di motor dan anak saya (GD) tetap menyelesaikan kuliahnya. Sekarang ini dia meninggalkan kuliahnya hanya karena menikah. Cita-cita keduanya ingin menjadi Hamba Tuhan sekalipun RSW telah dipanggil kembali oleh Tuhan di Sorga. Saya akan terus melakukan penginjilan kepada remaja, pemuda dengan metode TLW ini. Tuhan Yesus pasti memberkati pelayanan, menyediakan apa yang dibutuhkan dan melindungi dari roh-roh jahat. Terima kasih buat Ibu Daisy, Bapak Steffen dan Bapak Butje. God bless you.

Victorio Lammando (GMIM Kristus)   

Setelah mengikuti workshop TLW ini maka saya memiliki harapan akan penyelamatan generasi muda. Sebelumnya harapan ini hampir hilang karena pengaruh lingkungan yang sangat kacau dan hampir terseret untuk menjadi serupa dengan dunia. Terima kasih TLW.

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s