KESAKSIAN HAMBA TUHAN PESERTA WORKSHOP TRUE LOVE WAITS INDONESIA DI JAYAPURA PAPUA. ABEPURA, 16-17 JUNI 2014

Arnold Akobiarek SH,MH

Saya mendapatkan banyak konsep, metode, teknik yang relefan dengan perkembangan anak dewasa ini dari workshop True Love Waits Indonesia. Persoalan “Tabu Membicarakan Seks” di dalam pelayanan anak remaja, pemuda di jemaat kami GKI Harapan Abepura. Sekian lamanya hal ini menjadi momok, tetapi sekarang sudah mendapatkan obatnya atau jalan keluarnya lewat materi TLW. Dalam beberapa sesi, saya harus tersentuh bahkan berkaca-kaca karena ada cara-cara baru yang dapat digunakan tanpa menggurui (konsep konvensional) kepada anak dan dapat diterima dengan tepat/cepat. Thanks, God be with you.

Yaneke Loretta Lalihatu S.Th, MK

Menggumuli sebuah bentuk pelayanan bagi masalah perilaku seksual pranikah telah lama saya lakukan. Bersyukur pada akhirnya dapat menemukan sebuah kurikulum dan bentuk pelayanan bagi pergumulan atau masalah yang sudah sangat marak terjadi dikalangan remaja dan pemuda di Papua. Hal yang paling menyentuh, ternyata prinsip-prinsip kebenaran dari materi TLW ini juga dapat diterapkan dalam relasi diantara saya dan suami. Bagi saya sangat berguna dalam mempersiapkan hati dan diri untuk dibentuk terlebih dahulu oleh Tuhan, mengawasi diri dan ajaran sehingga dapat menjangkau generasi muda Papua yang membutuhkan pertobatan dan pemulihan Allah dalam hidup masa muda mereka. Bersyukur dapat bertemu dengan fasilitator yang luar biasa dan bersyukur untuk kesempatan dalam anugerah dari Tuhan melalui Ibu Heren Tjung. Kiranya dengan semua yang telah didapatkan melalui workshop TLW, Tuhan berkenan untuk memakai saya bagi pekerjaanNya. Soli deo Gloria. Terima kasih.

Grace Kalew S.Th 

Saya bersyukur karena saya diperlengkapi, diperkaya lagi dalam pelayanan lewat workshop TLW. Sejak saya melayani di Papua, khususnya kepada penduduk asli Papua, saya terus bergumul bagaimana saya bisa menemukan metode atau cara yang tepat untuk mengajarkan kekudusan dalam hal seksual. Saya pernah menghadiri penguburan seorang anak usianya 19 tahun yang meninggal karena tertular HIV AIDS akibat seks bebas. Tahun lalu dua orang mahasiswa saya dikeluarkan dari Sekolah Teologi karena melakukan dosa seksual di kamar mandi sekolah. Pengalaman ini membuat saya semakin sadar bahwa ada begitu banyak orang muda, anak-anak sampai orang dewasa perlu ditolong dalam hal kekudusan seksual. Saya berkomitmen untuk membagikan materi ini kepada anak-anak calon hamba Tuhan sebelum mereka jatuh cinta dan terus belajar konteks setempat agar bisa mengajar sesuai dengan konteks orang-orang Papua.

Dian Maria Seruhi Ohee S.Pd.K 

Materi TLW sangat bagus, saya merasa beruntung dapat mengikuti workshop ini karena saya dapat lebih tahu lagi cara yang tepat memberitahu soal seks kepada anak muda atau remaja. Saya sering hadapi anak remaja, ketika membicarakan hal ini maka mereka merasa risih, tetapi saya sangat senang mendapatkan materi ini karena saya lebih tahu cara yang lebih tepat menyampaikannya kepada anak remaja. Bukan hanya menambah wawasan saya, tetapi juga mengajarkan kepada saya agar bisa menjaga kekudusan hidup saya. Tuhan akan memberikan kepada saya banyak hal yang luar biasa.

Edice Betty Tabuni S.Th

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena lewat kegiatan TLW ini maka ada banyak berkat yang saya dapati dari semua pelajaran TLW. Give Me Five paling memberkati saya, selama ini kami butuhkan tetapi belum dapat atau belum tahu, tetapi sekarang ini kami dapatkan dari TLW. TLW very good our sarve. Thanks to TLW. God bless you all.

Pdt. Yunaningdyah M.Th

Saya bersyukur atas kesempatan dalam mengikuti workshop TLW ini karena selama ini cukup sulit untuk mengajarkan pelajaran tentang menjaga kekudusan hidup dalam hal seks kepada kaum muda. Lewat TLW ini maka kami mendapatkan cara atau jalan untuk masuk dalam melayani anak muda dan untuk memenangkan mereka dari trend sex bebas yang sudah menjadi gaya hidup orang muda saat ini. Terima kasih buat tim pelayanan TLW Indonesia yang dipakai Tuhan untuk menolong kami para hamba Tuhan, guru, orang tua dan pembina kaum muda untuk melayani orang muda yang ada di Jayapura. Tuhan Yesus memberkati.

 Mince Jensenem

Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan karena mendapatkan kesempatan mengikuti workshop TLW selama dua hari. Saya benar-benar merasakan diperlengkapi melalui materi ini tentang bagaimana mengajarkan pengertian cinta dan seks kepada remaja tanpa menggurui mereka. Contoh-contoh yang digunakan, sharing dengan teman-teman dalam diskusi. Saya menyampaikan terima kasih kepada TLW Indonesia.

 Frits Yarangga 

Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan atas kasihNya sehingga saya dapat diingatkan lagi untuk lebih banyak memberi perhatian dalam pelayanan, secara khusus bagi anak remaja dan pemuda di gereja. Selama ini saya berpikir bahwa waktu melayani di Sekolah Minggu dan pemuda itu sudah cukup. Namun ternyata setelah saya mengikuti workshop TLW ini maka saya sadar bahwa saya belum memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada anak remaja dan pemuda. Syalom.

Evi Mutiara S.Th, MA 

Saya bersyukur dapat mengikuti workshop TLW, saya semakin diteguhkan untuk terus hidup kudus. Ditengah pelayanan saya merasa tidak berdaya untuk anak remaja dengan pergumulan mereka. Event ini semakin memperlengkapi saya untuk bicara tentang seks yang sesuai dengan firman Tuhan. Sebagai orang tua dengan anak yang masih kecil, yang akan beranjak remaja dalam beberapa tahun kedepan dengan tantangannya tersendiri yang pastinya akan semakin berat. Saya sangat diberkati dan merupakan persiapan untuk membimbing anak-anak saya dan juga anak-anak muda lainnya dengan bahasa yang lebih membumi. Apalagi sebagai pembina remaja dan konselor sekolah, materi ini semakin menambah wawasan dan skill saya untuk membimbing atau mengarahkan para remaja.

Febian S. Hutubessy

Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan atas waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan agar saya bisa mengikuti pelathan TLW ini. Saya mendapat berkat dari materi TLW dan berbeban untuk mengajar serta memberikan masukan bagi remaja-pemuda kami di Papua.

 Agustina Fairyo

Saya seorang wanita yang masih lajang, sebagai seorang guru sekolah minggu, saya juga biasanya menolong sebagai konselor melayani konsele, tetapi kenyataannya dalam keluarga saya tidak dan sulit menyampaikan hal seks kepada anak remaja dari keluarga saya (keponakan) karena menurut kami sangat tabuh membicarakan seks. Namun dengan adanya workshop TLW ini maka saya merasa tertolong untuk berani mengajar dan memperkenalkan kepada anak-anak remaja. Materi TLW ini saya langsung gunakan untuk mengkonseling seorang pemuda yang telah merasa dirinya kotor dan mencari jalan keluar untuk tidak lagi melakukan seks diluar nikah. Ada seorang lagi yang meminta untuk didoakan agar pacarnya tidak melampiaskan hawa nafsu seksnya, ia harus ingat untuk mencintai Tuhan, dirinya dan orang lain serta untuk masa depan pasangan dan anak masa depan. Terima kasih TLW Indonesia.

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s