KESAKSIAN PESERTA WORKSHOP TRUE LOVE WAITS INDONESIA DI SAAT MALANG. Malang, 5-6 November 2013

Chandra Udayana (Gereja Kristen Kalam Kudus Kupang Jaya Surabaya)

Saya bersyukur jika boleh diperlengkapi lewat kesempatan ini. Modul TLW ini jelas dapat dengan mudah dikomunikasikan pada anak-anak remaja dan pemuda tanpa perlu membuat mereka merasa tersudut dan merasa dipojokkan. Bahkan modul ini membuat mindset remaja dapat dibukakan.

Lenni Monda (Mahasiswa SAAT Malang)

Saya senang ikut TLW karena kelasnya kecil dan banyak diskusi, saya belajar keterampilan untuk menyampaikan materi yang sangat penting ini dengan cara yang ringan dan muda dipahami. Terima kasih TLW, tetap semangat melayani dan memperlengkapi hamba-hamba Tuhan.

 Anis L Prahastin (Guru SMP-SMA Kristen Dian Saksi Blitar)

Suda lama saya bergumul tentang bagaimana caranya menyampaikan kepada anak-anak remaja tentang seks. Ada kekuatiran dalam diri saya ketika anak-anak mulai mengenal apa itu pacaran. Saya mulai bersikap protektif dan membuat anak itu menghindari saya. Namun dengan workshop TLW ini maka dapat mengajarkan kepada saya untuk bersikap terbuka bagi anak-anak, tidak terkesan menggurui atau menghakimi mereka. Saya yakin dengan materi yang saya terima selama dua hari ini dapat menjadikan saya lebih berhikmat dan bijaksana dalam menghadapi masalah anak-anak remaja. Terima kasih buat TLW, semua tim dan Tuhan Yesus memberkati.

Diyah A. Nugrahenny (GKKK Makassar)

 Dengan mengikuti acara TLW ini maka saya semakin diperlengkapi untuk menjadi partner anak-anak remaja yang saya layani agar mereka dapat berkomitmen dalam menjaga kekudusan hidup mereka.

 Yelly Triana Wulandari (GPdI Sejahtera Junrejo Batu)

Lebih dari 7 tahun, saya menjadi Pembina Remaja-Pemuda di gereja. Saya sangat mengasihi dan punya hati buat mereka, tetapi seks pra nikah adalah ketakutan terbesar saya terhadap remaja-pemuda saat ini. Saya tidak tahu bagaimana mengatakan kepada mereka karena saya tidak punya metode pengjaran yang tepat. Disaat saat saya berbicara tentang hal seks maka anak-anak hanya diam dan tidak mau terbuka sehingga membuat saya benar-benar bingung. Puji Tuhan, TLW mengajarkan saya bagaimana cararanya berbicara kepada mereka tentang kekudusan hidup dan seks pra nikah dengan metode yang sangat menarik, tidak kaku, tidak membosankan dan malah seru. Saya tidak sabar  untuk mengajarkan, mempraktekan metode ini kepada anak-anak remaja saya. Terima kasih TLW.

  Ester Hendrarto  (GBT Kristus Pelepas Malang)

Saya prihatin dengan keberadaan karyawan di perusahaan saya di mana mereka mudah sekali menikah tanpa alasan yang kuat sehingga mudah bercerai juga. Saya rindu untuk memberi dasar yang kuat pada mereka tentang konsep cinta, seks dan kekudusan pada mereka sehingga mereka dapat menemukan pasangan hidup dan membentuk rumah tangga yang benar. Tuhan akhirnya mendengar, menjawab kerinduan saya melalui TLW ini karena TLW menambahkan dan membekali saya lebih lagi untuk menyampaikan tentang kekudusan tanpa sikap yang menggurui. Terima kasih Tuhan Yesus, terima kasih TLW, semoga TLW dipakai lebih lagi untuk menyelamatkan lebih banyak generasi muda. Saya juga akan pakai bahan buku kerja TLW ini untuk mezbah keluarga supaya jangan saya pandai mengajar pada orang lain, tetapi anak-anak saya juga harus menjadi teladan untuk remaja-remaja yang lain.

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s