BAGAIMANA ORANG TUA MENOLONG ANAK-ANAK REMAJA YANG MULAI TERRTARIK KEPADA SEKS?

(ringkasan modul seminar True Love Waits bagi orang tua remaja)

Mengasuh remaja di jaman sekarang ini merupakan tugas yang makin sulit. Ada banyak godaan dan bahaya di sekitar lingkungan kita yang mengancam untuk merusakan kehidupan anak-anak kita. Salah satu godaan terbesar saat ini adalah dosa seksual. Hal ini tidak berarti remaja-remaja pada jaman dulu tidak mengalami tantangan dan bahaya dari godaan seks karena dosa ini sudah muncul dan dipakai oleh iblis sebagai senjata menjauhkan manusia dari Tuhan sejak masa-masa awal manusia mulai bertambah di bumi ini . Namun, harus diakui bahwa pada jaman ini, tantangan menjadi lebih besar karena perilaku seks yang bebas dan menyimpang makin merebak hebat di sekitar lingkungan kita. Di tahun 80-an, fenomena remaja putra dan remaja putri yang berpelukan di tempat umum di negara kita merupakan fenomena yang sangat jarang kita lihat. Saya percaya perilaku seperti itu ada, tapi dilakukan diam-diam, tidak di tempat umum, karena budaya malu dalam budaya timur kita membuat masyarakat muda dan tua menjadi lebih berhati-hati dalam berprilaku. Video porno sangat sukar ditemukan. Namun, pada masa sekarang ini, silakan berjalan-jalan di mall dan alun-alun atau taman kota, dan kita dapat melihat pemandangan remaja begitu bebas dalam prilaku berpacaran mereka. Belum lagi angka kehamilan dan aborsi dari remaja putri yang makin meningkat dan juga angka penderita penyakit kelamin di kalangan remaja yang tersembunyi, menunjukkan betapa pesatnya kerusakan seksualitas di kalangan remaja Indonesia saat ini.

Realita seks bebas di kalangan remaja tidak muncul begitu saja dengan sendirinya. Manusia-manusia duniawi melalui media yang berlomba-lomba membombardir dengan konsep-konsep dan contoh-contoh kebebasan seks tanpa kita sadari telah menjadi guru yang paling rajin mengajar anak-anak dan remaja-remaja kita tentang konsep seks yang menyimpang, dan mendorong mereka untuk mengabaikan dan menyingkirkan nilai moral yang telah ada. Kekudusan dianggap kuno dan menghalangi “kenikmatan” semu yang bisa mereka dapatkan.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan dengan semua ini? Bagaimana kita mencegah anak-anak remaja kita dari kejatuhan yang “umum” tersebut? Jika mereka telah terlanjur jatuh, adakah daya kita?

Bantuan Bagi Para Orang Tua dalam Mendampingi Remaja

Dengan atau tanpa fenomena di atas, tentu saja ada hal yang bisa kita lakukan bagi anak-anak remaja di sekitar kita. Khususnya sebagai orangtua, kita diberi tanggung jawab khusus oleh Tuhan untuk memelihara dan mendidik anak-anak kita dalam Tuhan. Oleh karena Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Kudus, maka kita patut mendidik mereka dalam kekudusan.

Pendidikan seks seperti apa yang dapat kita berikan pada remaja hingga mereka tercegah dari kejatuhan yang lebih dalam lagi? Kebanyakan orang tua menganggap memberikan pendidikan seks cukup hanya dengan memberitahukan konsekuensi seks bebas dengan “mengkhotbahi” mereka. Tetapi pada akhirnya para orang tua tersebut terbentur dengan respons anak remaja yang mengacuhkan ajaran mereka dan bahkan memberontak dengan melakukan yang sebaliknya dari apa yang sudah diperingatkan pada mereka.

Jaman telah berubah, remaja sudah tidak dapat lagi dididik dengan satu arah. Sebagai orang tua, yang telah melewati pengalaman masa remaja, kita dituntut untuk lebih memahami dari sisi remaja itu sendiri, apa alasan mereka begitu tergoda pada seks, dan bagaimana cara pandang mereka yang sangat berpengaruh pada prilaku seksual mereka.

Berikut adalah alasan-alasan yang diungkapkan remaja tentang mengapa mereka sangat tertarik pada seks:
– Banyak teman yang sudah tahu dan melakukannya, kerena itu mereka melakukannya juga
– Karena terus-menerus diajak oleh pacarnya untuk melakukannya
– Karena pengaruh media
– Karena mau mengisi kekosongan hati

Tanpa pendampingan dan pendidikan seks yang tepat dari para orang tua, ketertarikan ini dapat dengan segera diwujudkan dalam tindakan. Remaja perlu dibimbing dengan cara membangun relasi yang baik terlebih dahulu dengan mereka, setelah itu mulai memasukkan informasi dan nilai yang benar tentang seksualitas.

Langkah-langkah Praktis Mendidik Lewat Membangun Relasi dengan Remaja:

1. Berdialoglah, jangan Berdebat.
2.Terimalah anak remaja Anda sebagai seseorang yang unik.
3. Jadilah sahabat bagi anak remaja Anda. Jadilah sahabat bagi anak-anak remaja Anda dengan:
– Bersikap jujur dan transparan
– Bersikap tegas tapi fleksibel.
– Mengampuni dan mempercayai.
– Lakukan hal-hal yang seorang teman lakukan satu sama lain
4. Anda adalah supermodel bagi anak remaja Anda.
5. Doronglah anak remaja Anda untuk berjalan dekat dengan Tuhan.

Mari Berbicara Tentang Seks  (dikutip dari artikel True Love Waits Filipina)

“Seks?! Shhh!” Sampai beberapa generasi yang lalu, membicarakan seks, apalagi di rumah, sangat dilarang.. Sejak dari dulu memang tradisional dan agak kolot, sehingga meskipun seks sebenarnya adalah isu manusia yang mendasar, seks tetap dilarang untuk dibahas secara terbuka ( Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat Asia, sedikit banyak pola pikirnya mirip dengan masyarakat Filipina).   Belen T.G. Medina di bukunya The Filipino Family mengatakan bahwa hampir tidak ada edukasi seks yang diberikan para orang tua pada anak mereka. Ia juga mengatakan bahwa sumber-sumber utama informasi tentang seks bagi anak-anak itu adalah teman-teman, teman sekelas, dan media masa. Para orang tua merasa malu untuk mendiskusikan seks secara terbuka. Beberapa bahkan menganggap tidak pantas atau tidak senonoh untuk menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan itu. (Decaesstecker, 1978 in Medina, 1991:100)

Membicarakan seks dengan anak remaja Anda sangatlah susah karena berbagai macam alasan: (1) tidak ada yang mengajak Anda berbicara tentang seks saat Anda sedang bertumbuh; (2) Anda malu; (3) Anda merasa anak Anda terlalu muda untuk diajak berbicara tentang seks; atau (4) Anda takut jika Anda berbicara  tentang hal itu, mereka justru akan melakukan eksperimen atau melakukannya. [1]

Anak-anak remaja butuh untuk mengetahui tentang seks dan mereka butuh untuk mendengarnya dari Anda lebih dari dari orang-orang lain. Mereka butuh untuk mengetahui bagaimana Anda mengatasi masalah-masalah yang berhubungan seksualitas waktu Anda seumur mereka. Mereka pun butuh untuk tahu bagaimana mereka dapat menghadapi isu-isu seksual, memecahkan berbagai konflik, dan keluar dari situasi-situasi yang akan menghancurkan masa depan mereka. Berikut adalah cara bagaimana Anda dapat mulai membicarakan seks dengan mereka:

– Dapatkan kepercayaan anak remaja Anda.
– Biarkan anak-anak remaja Anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan dan dengarkan mereka.
– Jangan pernah meremehkan keingintahuan anak remaja Anda.
– Bantulah anak-anak remaja Anda mengerti tentang hadiah Tuhan, yaitu seks.
– Dengarkan apa yang tidak mereka katakan
– Ekspresi kasih sayang sangatlah penting bagi seorang remaja
– Lakukan aktivitas-aktivitas dengan anak yang berjenis kelamin sama dengan Anda.
– Gunakan media untuk keuntungan Anda.
– Membacalah bersama-sama.
– Diskusikan apa saja konsekuensi dari ketidak-setiaan seksual

Penutup

Memang, membesarkan seorang anak remaja bukan hal yang main-main. Tapi bukan main-main pula untuk melihat jiwa-jiwa muda itu dihancurkan karena pilihan yang salah. Orang tua memiliki tanggung jawab sekaligus kehormatan untuk membentuk kehidupan anak-anak yang akan meninggikan Tuhan. Tidak ada yang dapat menggantikani kasih orang tua bagi anak-anaknya

TRUE LOVE WAITS
untuk kontak, email kami: tlwindonesia@gmail.com

[1]  Media tentang Seks

“Remaja-remaja tidak diberikan kesempatan ataupun waktu untuk diajari tentang seks yang aman. Adalah terlalu naif bagi umat Kristen jika mereka berpikir hal itu akan menghancurkan gaya hidup yang sederhana masyarakat Filipina. Dunia ini sedang mengalami modernisasi, begitu pula dengan negara kita. Tidak semuanya sederhana hari-hari ini, terutama para remaja. “ – pesan email dari seorang anak berusia 13 tahun yang dikutip di At Large, oleh Rina Jimenez-David, Phil. Daily Inquirer, 3 Juli 1999

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s