APA ITU KEKUDUSAN SEKSUAL? (PART 1)

APA ITU KEKUDUSAN SEKSUAL?

TRUE LOVE WAITS adalah sebuah panggilan kepada kekudusan seksual.  Siswa-siswa dari berbagai penjuru dunia telah berespon terhadap panggilan ini.  Mereka berkomitmen untuk menjalani gaya hidup kudus.  Ini adalah sebuah pesan yang diajarkan secara jelas di dalam Alkitab.  Keputusan Anda tentang kekudusan seksual dapat membuat semua relasi pacaran, keluarga, dan pernikahan masa depanmu menjadi berbeda sama sekali.  Kekudusan seksual adalah sesuatu yang besar.  Jadi, mari kita masuk ke pertanyaannya.

Apa sebenarnya kekudusan seks itu?

Orang-orang telah mendefinisikan kekudusan seksual dengan cara yang berbeda-beda, maka saya mau benar-benar jelas dengan apa  yang saya maksud tentang kekudusan seksual.  Kekudusan seksual mencakup menahan diri dari hubungan seksual sampai pernikahan, tetapi bukan hanya itu maksudnya.  Definisi yang diberikan Yesus jauh melebihi menahan diri dari aktivitas seks secara luar.

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat 5:27-28)

Manakah hal berikut ini yang Anda angap sebagai bagian dari kekudusan seksual bagi orang-orang yang belum menikah?

  • Mengakan tidak untuk hubungan seks, oral seks, bahkan sentuhan seksual.
  • Berkatak tidak kepada hubungan fisik yang menyebabkan kamu “terangsang” secara seksual.
  • Tidak membiarkan diri dalam pikiran-pikiran tentang seks.
  • Tidak melihat pornografi atau gambar-gambar atau membaca buku-buku yang menawarkan pemikiran-pemikiran seks.

Saya berharap Anda mencentang semua jawaban di atas;  semua itu dapat menjadi bagian dari kekudusan seksual.  Kekudusan seksual mencakup  menahan diri dari aktivitas seks seblaum menikah, tapi itu lebih dari sekedar prilaku luar Anda.  Kekudusan seks adalah komitmen total  atas kebutuhan seks, keinginan, pikiran, dan Tindakan Anda kepada Tuhan.

Beberapa orang berkata, “Saya akan kudus secara seksual sampai saya menikah”  Jangan salah: kekudusan seksual tidak berakhir di pernikahan. Orang-orang yang menikah semestinya melakukan seks dengan pasangannya saja. Bagi seorang yang telah menikah, kekudusan berarti sepenuhnya setia pada pasangannya baik dalam pikiran maupun perbuatan. (lih. Ibrani 13:4)

Patut dipikirkan: Bagaimana kamu dalam hidupmu mengukur standart Yesus atas kekudusan seks?  Apakah anda memerlukan perubahan?

(diambil dari Buku Pengantar True Love Waits atas ijin penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Lifeway Press)

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s